Selasa, 10 Februari 2009

Ketidaksempurnaan kita_Sempurnanya CiptaanNya


Kanda...
Air mata menatap nanar pada pesan yang kau kirimkan:
"Tidak selalu orang dengan mudah memahami yang lain bahkan dirinya, begitu fluktuatif dan tidak konsisten, begitulah kita. Tapi yang pasti kita berada dalam jalan untuk ke sana. Kenapa harus dihentikan?"

Tergesa kutulis pesan balasan:
"Harapanku, aku bisa menjadi sahabat. Yang bisa peduli, meski dunia menolakku!"

Kanda, seluruh raga turut merasai tangis jiwaku. Aku terguguk menahan mual yang menohok. Ini pukulan luar biasa bagi keegoanku! Dan balasanmu membuat mataku redup, tak berdaya:
"Dunia akan menerima siapapun yang jadi makhlukNya. Insyaallah!"

Aku tidak berniat untuk menganggap semua yang sudah kita lewati adalah sesuatu yang tidak berarti. Tidak!
Aku hanya tidak sekuatmu.
Aku tidak memiliki cinta searif cintamu.
Aku tidak memiliki kasih sayang setulus yang telah Dia titahkan dalam hatimu.

Kanda...
Semoga Dia tidak membuatmu kecewa dengan kenaifanku
Marah karena kepicikanku
Benci dengan ketidakdewasaanku
Bosan dengan cinta yang tak kau inginkan

Kanda...
Inilah ketidaksempurnaanku, ketidaksempurnaan kita
Ataukah ini kesempurnaan kita yang sesungguhnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar